Koordinasi Lintas Sektor, BRMP Lakukan Rapat Persiapan Menjelang PENAS XVII
GORONTALO – Menjelang pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan XVII yang tinggal menghitung pekan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Wilayah Gorontalo terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan teknis pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut. Bertempat di kawasan utama Gelar Teknologi (Geltek), BRMP Gorontalo menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada Selasa (19/05/2026). Rapat tersebut membahas percepatan penyelesaian berbagai wahana teknologi pertanian modern.
Sebagai penanggung jawab teknis sektor Geltek pada Bidang IV kepanitiaan, BRMP Gorontalo melakukan pemantauan intensif terhadap pengelolaan komoditas dan kesiapan sarana pendukung di lapangan. Salah satu fokus utama yakni pengembangan sistem surjan dan teknologi padi apung melalui kolaborasi bersama BRMP Rawa sebagai bentuk optimalisasi lahan rawa berbasis teknologi pertanian adaptif. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh penerapan inovasi modern dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah dengan karakteristik lahan spesifik.
Selain itu, BRMP juga memperkuat konsep hilirisasi perkebunan melalui integrasi pengolahan pascapanen terpadu bersama BRMP Perkebunan. Konsep ini dirancang untuk menampilkan rantai nilai agribisnis modern secara menyeluruh, mulai dari budidaya hingga pengolahan hasil pertanian bernilai tambah. Di sisi lain, aspek manajemen pengairan turut menjadi perhatian serius dengan dilakukannya evaluasi kondisi pertanaman serta percepatan normalisasi saluran air di sekitar kawasan GOR David-Toni guna mengantisipasi anomali cuaca dan meminimalkan potensi genangan di lokasi kegiatan.
Dalam rangkaian kunjungan teknis dan rapat persiapan Gelar Teknologi di Provinsi Gorontalo, Sekretaris Badan Dr. Husnain, S.P., M.P., P.hD bersama tim yang terdiri atas Kepala Pusat BRMP Tanaman Pangan, Kepala Pusat BRMP Perkebunan, Kepala Pusat BRMP Hortikultura, perwakilan Balai Besar Biogen, Balai Besar Veteriner, serta Balai Besar Penelitian Tanaman Padi turut meninjau langsung progres kesiapan fisik di lapangan. Sekretaris Badan menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh wahana teknologi dapat diselesaikan paling lambat satu minggu sebelum pembukaan PENAS XVII.
Lebih dari sekadar ajang pameran modernisasi pertanian, PENAS XVII diharapkan mampu menjadi momentum penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Gorontalo. Melalui penguatan hilirisasi, penerapan teknologi modern, serta adopsi standar instrumen pertanian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kapasitas petani dan nelayan sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian nasional.